A. Macam-macam
Fi’il
Dilihat
dari segi waktunya, fi’il itu dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Fi’il Madhi
الفعل
الماضي هو كل فعل يدل على حصول عمل في الزمن الماضي
“Fi’il madhi
adalah setiap fi’il yang menunjukkan terlaksananya suatu pekerjaan pada masa
lampau”.
Atau dengan kata lain: Fi’il
madhi adalah kata kerja yang menunjukkan pekerjaan/peristiwa yang telah
terjadi. Jadi, maknanya hanya menunjukkan arti lampau.
Contoh :
(Zaid telah duduk)
جَلَسَ
زَيْذٌ
(Kamu telah menulis pelajaran )
كَتَبْتَ
الدَّرْسَ
(Zaid
telah pergi kepasar) ذَهَبَ
زَيْذٌ اِلَى السُّوْقِ
2. Fi’il Mudhari
الفعل
المضارع هو كل فعل يدل على حصول عمل في الزمن الحاضر او المستقبل
“ Fi’il mudhri’ adalah
setiap fi’il yang menunjukkan terlaksanya suatu pekerjaan pada masa kini atau
yang akan datang”.
Contoh
:
(Zaid sedang berdiri )يَجْلِسُ
زَيْدٌ
(Murid
itu sedang masuk kelas ) يَدْخُلُ
الطَالِبُ فِى الفَصْلِ
(Dua
murid itu pergi ke masjid) ٳذْهَبَا
الطالِبَانِ اِلَى المسْجِدِ
3. Fi’il Amr
فعل
الأمر هو كل فعل يطلب حصول شي في الزمن المستقبل
“ Fi’il amr adalah setiap
fi’il yang menunjukkan permintaan terlaksananya suatu pekerjaan/peristiwa pada
masa mendatang.”
Jadi, maknanya hanya berhubungan dengan zaman istiqbal (zaman yang akan datang ).
Contoh
:
(Tulislah pelajaran itu) أُكْتُبَ
الدَّرْسَ
(Duduklah
di atas kursi) ٳجْلِسْ
عَلَى الكُرْسِيِّ
( Bacalah Al-qur’an )ٳقْرَأْ
القُرْانَ